Showing posts with label Dasar-dasar filsafat. Show all posts
Showing posts with label Dasar-dasar filsafat. Show all posts

Akal dan hati Pada zaman yunani kuno


Akal dan hati
Pada zaman yunani kuno :
A. Pendahuluan :
Pelaku filsafat adalah akal dan musuh (partnernya ) adalah hati,rasa.
Pertentangan atau kerja sama anatara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat.
Memang pusat kendali kehidupan manusia terletak di tiga tempat,yaitu : indera, akkla ,dan hati.namun akla dan hati itulah yang paling menetukan.

Akal dan hati pada abad pertengahan


Akal dan hati pada abad pertengahan
Pendahuluan
Permulaan abad pertengahan dapat di mulai sejak plotinus – plotinus lahir tahun 204 M saat itu pengaruh agama Kristen sudah besar , filsafatnya berwatak spiritual.
Plotinus (204-270 M )
Lahir di mesir tahun 204 M wafat tahun 270 M di Martunae Itali . belajar filsafta di Alexandria tahun 232 kepada animunios saccas selama 11 tahun .belajar kebudayaan parsi dan India dengan mengikuti raja Gordianus berperang melawan Persia .

Tentang penalaran

Tentang penalaran

Kemepuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangakan ilmu pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan – kekuasaan Nya. Hanya manusia yang memilki nalar. Binatang tidak memilki nalar , karena itu binatang tidak bisa mengembangkan pengetahuannya, hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival).

Hakekat penalaran
Merupakan proses berfikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Manusia pada hakekatnya merupakan makhluk yang berfikir, merasa, bersikap dan bertindak. Penalaran menghasilakan pengetahuanyang di kaitkan dengan berfikir.

Ciri – cirri penalaran :
1. Suatu pola berfikir secara luas yang disebut logika yakni suatu proses berfikir logis yakni berfikir menurut logika.
2. sifat analitik yakni berfikir yang menyadarkan diri kepada analitis.

Arti logika : pengkajian untuk berfikir secara shahih. (Wiliam S Sahakinah : 1965 hal 3)


A. Logika “indukif” penarikkan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

Contoh :
- pisau itu tajam bila dipanaskan memuai.
- Pisau itu terbuat dari besi
- Kesimpulan : besi itu bila dipanaskan memuai.

B. Logika deduktif : dalam menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi khusus yang bersifat individual.

Contoh :
- semua mahasiswi unipdu wajib berjilbab
- Neng Thico mahasiswi unipdu.
- Kesimpulan : Neng Thico wajib memakai jilbab.

- Kesimpulan : Dalam berfilsafat mengguanakan penalaran dengan menggunakan logika induktif dan logika deduktif.
- Filsafat ilmu telaah hakekat ilmu yang menyakut ontologi , epistimologi dan aksiologi.


ONTOLOGI : HAKEKAT YANG DIKAJI

ONTOLOGI : HAKEKAT YANG DIKAJI

Beberapa cakupan :
1. metafisika
2. asumsi
3. peluang
4. batas – batas asumsi dalam ilmu
5. pembelajaran dalam ilmu

1. Metafisika
Bidang telaah filsafati yang disebut metafisika merupakan tempat berpijak dari setiap pemikiran filsafati, termasuk pemikiran ilmiah. Pemikiran di ibaratkan roket yang meluncur ke bintang-bintang menembus galaksi , maka metafisika adalah landasan peluncurannya.


Acuan berfikir :
apakah hakekat kenyataan ini sebenar-benarnya ?

Beberapa tafsiran metafisika :
a. Di ala mini terdapat ujud – ujud yang bersifat gaib (supernatural) dan ujud-ujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa bila dibandingkan dengan alam yang ada.

Contoh pemikiran supernatural :
Kepercayaan “animisme” manusia percaya terhadap roh-roh yang bersifat gaib yang terdapat di dalam benda-benda seperti batu, pohon-pohonan , air terjun dll.

Pantisme -- > serba Tuhan.

Lawan dari “supernaturalisme“adalah paham “naturalisme” , yang menolak pemdapat bahwa terdapat ujud-ujud yang bersifat supernatural ini. Menurut naturalisme gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib , melainkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri.
Naturalisme / materialisme :
Dikembangkan oleh Democritos (460-370 SM) mengembangkan teori tentang atom yang di pelajari dari gurunya bernama Leucippus. Hanya atom dan kehampaan itu bersifat nyata.

Indentik paham naturalisme adalah paham :
1. Mekanistik : gejala alam dapat didekati dari segi proses kimia fisika.
2. Vitalistik : hidup adalah sesuatu yang unik yang berbeda secara subtantif dengan proses tersebut.
3. Monistik : tidak ada perbedaan antara pikiran dengan zat , mereka hanya berbeda dalam gejala disebabkan yang berlainan namun mempunyai subtansi yang sama.




2. Asumsi
Adalah praduga anggapan semetara (yang kebenarannya masih dibuktikan) . timbulnya asumsi karena adanya permasalahan yang belum jelas, seperti belum jelasnya hakekat ala mini, yakni apakah gejala ala mini tunduk kepada determinisme , yakni hukum alam yang bersifat universal ataukah hukum semacam itu tidak terdapat sebab setiap gejala merupakan akibat pilihan bebas ataukah keumuman memang ada namun berupa peluang , sekedar tangkapan probalistik (kemungkinan sesuatu hal untuk terjadi).
Paham determinisme dikembangkan oleh William Hamilton (1788-1856) dari doktrin Tomas Hubes (1588-1679) yang menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah bersifat empiris yang dicerminkan oleh zat dan gerak universal.

Sifat asumsi :
Tidak muthlak atau pasti sebagaimana ilmu yang tidak pernah ingin dan tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bersifat muthlak. Jadi asumsi bukanlah suatu keputusan muthlak.

Kedudukan ilmu dalam asumsi
Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar untuk mengambil keputusan , karena keputusan harus didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif.

Resiko asumsi :
Apa yang diasumsikan akan mengandung resiko secara menyeluruh. Seseorang yang mengasumsikan usahanya akan berhasil maka direncanakan akan diadakan pesta keberhasilannya. Secara tiba- tiba usahanya dinyatakan tidak berhasil. Resikonya menggagalkan pelaksanaan pestanya.

Kesimpulan :
1. sebuah asumsi aalah sebuah ketidakpastian.
2. asumsi perlu dirumuskan berdasarkan ilmu pengetahuan.
3. timbulnya asumsi karena adanya sesuatu kejadian / kenyataan.


Beberapa asumsi dalam ilmu
Akan terjadi perbedaan pandang suatu masalah bila ditinjau dari berbagai kacamata ilmu begitu juga asumsi.

Ilmu sekedar merupakan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis yang dapat membantu kehidupan manusia secara pragmtis.
Pragmatis -- > sesuatu yang mengandung manfaat.

Asumsi-asumsi dalam ilmu contohnya ilmu fisika yakni ilmu yang paling maju bila di bandingkan dengan ilmu-ilmu lain.
Fisika merupakan ilmu teoritis yang di bangun atas system penalaran deduktif yang meyakinkan serta pembutktian induktif yang sangat mengesankan.
Fisika terdapat celah-celah perbedaan yang terletak di dalam pondasi dimana dibangun teori ilmiah diatas yakni dalam asumsi tentang dunia fisiknya.(zat,gerak,ruang dan waktu).

Beberapa perbedaan asumsi :

1. Newton dalam bukunya Philosipiae Naturalis Principia mathematika (1686) berasumsi bahwa keempat komponen bersifat absolut. Zat bersifat absolut dengan demikian berbeda secara subtantif dengan energi.
2. Einstien belaianan asumsi dengan Newton di dalam bukunya : The Special Theory Of Relativity (1905) berasumsi bahwa keempat komponen (zat,gerak,ruang dan waktu) bersifat relatif. Tidak mungkin dapat mengukur gerak secara absolute.
3. Eudides (300 sebelum M ) seorang ahli matematika yunani di iskandariyah Mesir. Terkenal karena menulis buku-buku tentang dasar ilmu ukur yang diuraikan berdasarkan aksioma aksioma (kebenaran yang tak perlu lagi diragukan lagi akan kebenarannya). Dalam masalah tertentu akan cenderung dengan teori relativitas (Einstien).


Epistimologi : cara mendapat pengetahuan yang benar.

Cakupan bahasan :
1. jarum sejarah pengetahuan
2. pengetahuan
3. metode ilmiah
4. struktur pengetahuan ilmiah


Jarum sejarah pengetahuan :
1. Zaman primitive :
a. perbedaan antara berbagai organisasi kemsyarakatan belum ada.
b. Belum ada pembagian pekerjaan
c. Seorang ketua adapt multi jabatan
d. Status sosial tetap
e. Organisasi kemsyarakatan hanya Satu
f. Criteria kesamaan menjadi konsep dasar pada waktu dulu
g. Tidak terdapat jarak yang jelas antara obyek yang satu dengan yang lain.

2. Abad penalaran (The Age of Reason)
a. adanya perubahan konsep dasar dari kesamaan kepada pembedaan.
b. Terdapat pembedaan yang jelas antara berbagai pengetahuan yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan dan kosenkuensinya mengubah struktur kemasyarakatan.
c. Pohon pengetahuan mulai dibeda-bedakan paling tidak berdasarkan apa yang diketahui , bagaimana cara mengetahui dan untuk apa ilmu pengetahuan itu digunakan.
d. Diferensiasi dalam bidang ilmu dengan cepat terjadi
e. Sekarang diperkirakan berkembang lebih dari 650 rating disiplin keilmuan.


Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yangs secara langsung / tidak langsung turut memperkaya kehidupan manusia.
Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan.


Pengetahuan
1. Terminologi
Pengetahuan pada hakekatnya adalah merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia , disamping seni dan agama.

Setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri yang spesifik mengenai apa ( Ontologi ) bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) ketiga landasan itu saling berkaitan.



Pengertian ilmu pengetahuan.

Pengertian ilmu pengetahuan.
-- > semantik (pengertian kata)

Pengetahuan = apa yang dikenal hasil pekerjaan tahu.

Hasil pekerjaan tahu = hasil dai, kenal, sadar , insaf.
Mengerti pandai = jadi isi pikiran adalah pengetahuan.


- pengetahuan indra : melihat, mendengar dan lain – lain proses pemikiran langsung menjadi pengetahuan.
- Pengetahuan ilmu : berfikir secara sistematik dan radikal di sertai eksperimen membentuk pengetahuan.
- Pengetahuan filsafat : memikirkan segala sesuatu secara sistematik radikal dan universal dan membentuk pengetahuan.

Arthur Thompson -- > ilu pelukisan fakta.


Kerja ilmu :
- menghimpun fakta
- pelukisan fakta – fakta
- penjelasan fakta – fakta.

Filsafat = kebenaran sepanjang pemikiran.

Ilmu = kebenarannya sepanjang pengalaman.

Filsafat = mencari pengetahuan dari semua segi dan menyeluruh.

Ilmu = mencari ilmu dari segi – segi tertentu.

Pokok permasalahan yang dikaji filsafat :
1. apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah ? (logika).-- > pikiran
2. apa yang di anggap bak dan apa yang di anggap buruk ? (etika). -- > tata krama
3. apa yang termasuk indah dan apa yang termasuk jelek ? (estetika) -- > seni.

Cabang – cabang filsafat :

1. Epistimologi (filsafat pengetahuan)
2. Etika (moral)
3. Estetika (filsafat seni)
4. Metafisika -- > di balik kenyataan.
5. Politik (filsafat pemerintahan)
6. Filsafat agama.
7. Filsafat ilmu
8. Filsafat pendidikan
9. Filsafat hokum
10. Filsafat sejarah
11. Filsafat matematika.




Filsafat ilmu :
-- > Merupakan dari epistimologi (filsafat pengetahuan) yang secara specifik mengkaji hakekat ilmu. (pengetahuan ilmiah)


1. Filsafat ilmu merupakan telaahan secara filsafat yang ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakekat ilmu seperti :
a. obyek apa yang di telaah ilmu ? -- > alam.
b. Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut. ? -- > ada yang menciptakan.
c. Bagaimana hubungan obyek dengan daya tangkap manusia (berfikir , merasa dan mengindra) -- > pemikiran, perasaan dan pengindraan.

2. Proses yang memungkinkan di timbanya pengetahuan yang berupa ilmu .
a. bagaimana prosedurnya ?
b. hal – ha pa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan ilmu pengetahuan secara benar ?
c. apa yang disebut dengan kebenaran ?
d. saran apa yang daoat membantu kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

3. -Untuk pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan ?
-bagaimana kaitan antara cra pengunaan tersebut dengan kaidah – kaidah moral ?
-bagaimana penetuan obyek yang di telaah berdasarkan pilihan – pilihan moral – moral ?

Kesimpulan : filsafat mengandung 3 aspek :
a. Landasan ontologi (apa yang dikaji oleh pengetahuan itu )
b. Lanadasan epistimologi (bagaiamana cara mendapat ilmu pengetahuan)
c. Landasan aksiologi (untuk apa ilmu pengetahuan di pergunakan)



Filsafat

Filsafat

Filo = cinta , shopia = kebenaran.

1.Plato (filsafat) -- > pengentahuan tentang yang ada latar belakang.

- belum muncul perbedaan – perbedaan ilmu pengetahuan.
- Belum ada batas ilmu dan filsafat.

Hasilnya “untuk menjadi seorang filosof harus mengusai semua ilmu pengetahuan”.

2. Aristoteles -- > menyelidiki sebab dari asas segala benda, filsafat bersifat ilmu yang umum sekali.


Sebab :
- sebab dari sebab pada filsafat.
- Ada sebab kejadian masuk pada ilmu.

3. Cicero -- > induk segala ilmu dunia , ilmu kepunyaan dewata.

Filosof adalah orang yang dapat dengan dewa, dengan proses yang sangat tinggi.

4. Epicorus -- > Jalan mencari kepuasan dan kesenangan dalam hidup.

- filsafat membentuk pandangan dunia dan sikap hidup.
- Dengan terjawabnya masalah yang rumit, maka perintah para filosof.
- Hidup : hakekat eksistansi, tujuan, praktek/kehidupan.

5. Kant -- > pokok dari pangakal semua ilmu pengetahuan dan pekerjaan.

- apa yang bisa kita ketahui ? (metafisika)
- apa yang boleh kita kerjakan ? (etika)
- sampai dimana harapan kita ? (agama)
- apakah yang dinamakan manusia ? (antoplogi)

• naturalis -- > berdasarkan hati nurani.
• Hidonisme -- > bermanfaat.
• Pragmatisme -- > bisa dilakukan.
• Theologi -- > di perintah oleh Tuhan


Pengetahuan


Pengetahuan
1. Terminologi (istilah)
Pengetahuan pada hakekatnya adalah merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia , disamping seni dan agama.

Setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri yang spesifik mengenai apa ( Ontologi ) bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) ketiga landasan itu saling berkaitan.

Tiga toeri kebenaran menurut filsafat (Louis O kattsof)
1. Teori korespondensi :
Ialah suatu teori yang menyatakan bahwa sesuatu itu benar apabila sesuai dengan kenyataanya. Misalnya api itu membakar bumi itu bulat.
2. Toeri koherensi :
Ialah suatu teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan itu benar jika kebenarannya didukung oleh pernyataan yang lain yang dating sebelumnya.
3. Teori pragmatis :
Adalah teori yang menyatakan bahwa sesuatu itu benar, apabila bermanfaat atau memuaskan seseorang.
Contoh : biru itu indah,gadis itu cantik.

Asal pengetahuan :
a. Pengamatan
b. Studi
c. Pengalaman disusun dalam satu system untuk menentukan hakekat dan prinsip tentang hal yang dipelajari.

Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang ilmiah, pengetahuan yang mempunyai system dan metode tertentu yang dengan sangat sadar menuntut kebenaran.

Dari pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan,mengalami dan melalui berbagai proses :
- Pengumpulan data dan fakta
- Pengamatan
- Penggolongan
- Hipotesis = dugaan sementara
- Pengujian
- Perumusan materi.
Ilmu pengetahuan ialah hasil usaha manusia dengan kekuataan akal budinya untuk memahami kenyataan struktur, pembagaian,bagian –bagian dan hukum-hukum yang berlaku dalam alam semesta.

Cabang-cabang ilmu pengetahuan :
1. Natural sciences :
- Biologi
- Kimia
- Fisika
- Geologi
- Matematika
- Astronomi

2. Social sciences :
- Filsafat
- Ilmu agama
- Bahasa & seni

Aksiologi = nilai kegunaan ilmu .

1. Dari segi moral :
a. Ilmu yang digunakan secara destruktif di salah gunakan.
b. Ilmu yang digunakan untuk mengadakan perubahan.
c. Untuk menemukan kebenaran.
d. Untuk kebaikan.
2. Tanggung jawab social :
Masyarakat modern adalah ilmu dan teknologi ilmu untuk menyangga peradaban manusia yang baik an kokoh.