Hal Dasar yang Harus Diketahui Ketika Belajar Visual Basic 2008

Ketika memulai belajar visual basic tepatnya disini versi 2008 atau yang sering disebut VB 9, banyak pemula bingung darimana harus memulainya. Itu terjadi tidak hanya ketika belajar visual basic saja tetapi belajar hal lain atau bahasa pemrogramman yang lain pula. Pada blog ini saya akan sharing hal yang sangat mendasar yaitu :

Memanusiakan Puisi Dengan Puisi Esai

Memanusiakan Puisi Dengan Puisi Esai
Mamang M. Haerudin

‘Puisi Esai, Apa dan Mengapa?’ adalah titel esai yang ditulis oleh Denny JA. Sudah saya baca dan sebisa mungkin dipahami. Esai tentang puisi ini benar-benar telah menjawab kegelisahan hati saya. Dari sekian banyak tokoh dan teman—yang sudah atau belum kenal—yang konsen dalam dunia kepuisian dan kepenyairan, menjadi hal yang lumrah jika kesan pertama saat membaca puisi-puisi mereka adalah cenderung sulit dimengerti—untuk enggan mengatakan ingin mengelabui—pembaca (penikmat),lebih memilih diksi-diksi yang (memang) ambigu, memilih kata-kata yang cenderung ‘melompat-lompat’, dan cenderung menggunakan kata-kata yang ‘aneh’.

Akal dan hati Pada zaman yunani kuno


Akal dan hati
Pada zaman yunani kuno :
A. Pendahuluan :
Pelaku filsafat adalah akal dan musuh (partnernya ) adalah hati,rasa.
Pertentangan atau kerja sama anatara akal dan hati itulah pada dasarnya isi sejarah filsafat.
Memang pusat kendali kehidupan manusia terletak di tiga tempat,yaitu : indera, akkla ,dan hati.namun akla dan hati itulah yang paling menetukan.

Akal dan hati pada abad pertengahan


Akal dan hati pada abad pertengahan
Pendahuluan
Permulaan abad pertengahan dapat di mulai sejak plotinus – plotinus lahir tahun 204 M saat itu pengaruh agama Kristen sudah besar , filsafatnya berwatak spiritual.
Plotinus (204-270 M )
Lahir di mesir tahun 204 M wafat tahun 270 M di Martunae Itali . belajar filsafta di Alexandria tahun 232 kepada animunios saccas selama 11 tahun .belajar kebudayaan parsi dan India dengan mengikuti raja Gordianus berperang melawan Persia .

Thabaqat Para Rawi Hadits

Thabaqat Para Rawi Hadits
[Diterjemahkan dari kitab "Syarh ‘Ilalil Hadits ma'a As-ilah wa Ajwibah fi Mushtholahil Hadits" hal. 74-75, karya asy-Syaikh Mushthofa al-'Adawi ]
[Bagi seorang tholibul ‘ilmi shoghir seperti kita-kita ini yang mau mempelajari ilmu hadits, selayaknya bagi kita untuk mengenal juga tentang para perowi hadits berdasarkan tingkatan zamannya (thobaqot-nya), berikut ini kami nukilkan sebuah tanya-jawab tentang masalah ini dari kitab "Syarh ‘Ilalil Hadits ma'a As-ilah wa Ajwibah fi Mushtholahil Hadits" hal. 74-75, karya asy-Syaikh Mushthofa al-'Adawi.

Difinisi Hadits

1.Difinisi Hadits
Secara bahasa Hadits mempunyai arti “Baru”, “Dekat”, atau “Berita”. Makna yang terakhir inilah yang dipakai oleh para ulama untuk mendifinisikan Hadits sebagai :“Segala ucapan, perbuatan, keadaan, serta perilaku dan ketetapan (peneguhan) Nabi Muhammad S.A.W. atas berbagai peristiwa.”

Hadits

Hadits adalah segala perkataan (sabda), perbuatan dan ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan ketetapan ataupun hukum dalam agama Islam. Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur'an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur'an.
Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya ada tujuh ulama, yakni Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Ahmad, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Majah.
Ada bermacam-macam hadits, seperti yang diuraikan di bawah ini.